About

Sentuhan Tangan, Warisan Alam, dan Semangat Pembaruan

Di tengah hiruk-pikuk industri tekstil modern, terdapat sebuah dedikasi yang tak lekang oleh waktu di Desa Penggaron, Kabupaten Jombang. POKMAS (Kelompok Masyarakat) Wastra Sejahtera bukan sekadar tempat produksi kain, melainkan rumah bagi para pengrajin lokal yang menenun harapan di setiap helai benang.

Berawal dari inisiatif memberdayakan masyarakat—termasuk ibu rumah tangga dan pekerja yang terdampak pandemi—Wastra Sejahtera kini bertransformasi menjadi pelopor Tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) yang memadukan teknik tradisional dengan inovasi modern.

Kembali ke Alam dengan Pewarna Alami

Apa yang membuat Tenun Wastra Sejahtera begitu istimewa? Jawabannya ada pada kesetiaan pada alam. Berbeda dengan tekstil massal yang sarat bahan kimia, kami mengedepankan penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan.

Warna-warna earthy dan hangat yang Anda lihat pada kain kami berasal dari kekayaan alam nusantara—seperti kulit kayu, dedaunan, dan akar-akaran. Proses ini tidak instan; ia membutuhkan kesabaran dalam perebusan dan pencelupan berulang untuk menghasilkan warna yang matang, tahan lama, dan memiliki karakter unik yang tidak bisa ditiru mesin.

Inovasi Desain: Melampaui Sekadar Sarung

Tradisi tidak harus kaku. Melalui kolaborasi Co-Design bersama akademisi dan desainer dari Universitas Kristen Petra, Wastra Sejahtera melakukan revitalisasi motif dan fungsi.

Jika dahulu tenun Jombang identik dengan sarung tradisional, kini kami menghadirkan:

  • Motif Kontemporer: Pola geometris dan abstrak yang relevan dengan selera pasar anak muda dan internasional.

  • Diversifikasi Produk: Kain lebar (hingga 115 cm) yang siap diolah menjadi outerwear, blouse, hingga elemen interior seperti runner meja dan sarung bantal.

Memberdayakan Komunitas, Melestarikan Budaya

Setiap produk yang Anda miliki dari Wastra Sejahtera adalah bentuk dukungan langsung terhadap ekonomi kerakyatan. Anda turut memberdayakan para ibu dan pengrajin di Jombang untuk terus berkarya, mandiri secara ekonomi, dan menjaga agar suara “tek-tok” alat tenun tradisional tidak hilang ditelan zaman.

Mari menjadi bagian dari cerita kami. Temukan keindahan tenun yang tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyejukkan bumi.