Kelompok POKMAS Tenun Wastra Sejahtera ini terbentuk pada tahun 2020 sebagai respons terhadap PHK dari perusahaan tenun. Hampir semua anggota POKMAS adalah perempuan, dan beberapa di antaranya merupakan single parent.
Awalnya, para penenun hanya menguasai teknik menenun sarung, menggunakan alat tenun kecil dengan lebar 70 cm. Namun, melalui pendampingan intensif dari tim UK Petra, mereka kini mampu menguasai seluruh proses tenun, mulai dari nol benang toko hingga menjadi produk akhir. Bahkan, mesin tenun tradisional pun harus dimodifikasi agar dapat mengakomodasi material bambu.
Tidak hanya berfokus pada produk baru, tim UK Petra juga mendorong para penenun yang berusia lanjut untuk Go Digital. Melalui pelatihan pemasaran digital yang melibatkan mahasiswa, POKMAS Tenun Wastra Sejahtera kini mulai aktif mengelola media sosial dan menyiapkan website katalog ini.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *